Sabtu, 27 Oktober 2012

Panen Kayu Jabon oleh CV Jabon Kendal ( I )



Beberapa waktu lalu, CV. Jabon Kendal Sejahtera (JKS) melakukan panen kesekian kalinya pohon Jabon di lahan yang terletak di desa Selokaton, Kecamatan Sukorejo, Kendal. Dalam panen perdanan ini, berhasil memanen 30 meter kubik. Angka ini didapat dari hasil memanen 100 pohon jabon berusia 3-4 tahun. Dalam usia tersebut, diameter pohon Jabon mampu mencapai kisaran 10 hingga 20 cm.
Hasil dari panen pohon Jabon ini selanjutnya langsung didistribusikan kepada beberapa mitra CV JKS. Beberapa mitra tersebut antara lain perusahaan kayu lapis serta furniture, disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Untuk perusahaan kayu lapis, memilih log Kayu Jabon yang memiliki diameter minimal 16 cm. Sedangkan untuk perusahaan palet dan barecore , bersedia menampung kayu yang berdiameter lebih kecil.






 berbagai informasi baik di media cetak maupun internet banyak pula yang hanya tidak mendasarkan fakta nyata di lapangan.
PANEN JABON ASLI BIBIT DARI CV JABON KENDAL


BUKTI NYATA KEHEBATAN CV JABON KENDAL MELAKUKAN PANEN JABON HASIL BIBIT SENDIRI
alur produksi kayu jabon di CV Jabon Kendal

hasil panen Jabon CV Jabon Kendal
bukti nyata kayu jabon produksi CV JKS


Kesediaan dari beberapa mitra untuk menerima kayu jabon sebagai bahan baku produksi mereka, merupakan sebuah fakta yang sangat nyata. Bahwa pada dasarnya, kayu Jabon sangat cocok digunakan untuk beberapa industri berbahan kayu. Hal ini karena karakter yang dimiliki kayu Jabon, dinilai memiliki kelebihan serta tidak kalah dengan beberapa jenis pohon lain yang lebih dulu populer seperti sengon atau albasia.

Realita

Kondisi yang ada tersebut menunjukkan bahwa pada dasarnya, investasi pada tanaman Jabon memiliki harapan yang sangat cerah. Hal ini mengingat, sektor industri berbasis kayu sudah memiliki kepercayaan untuk memilih kayu Jabon sebagai bahan baku industri mereka. Hal inilah yang selama ini masih menjadi ketakutan bagi sebagian pihak, untuk menanamkan investasi pada pohon Jabon.
Banyak pihak yang masih meragukan, apakah kayu Jabon mampu diterima oleh sektor industri. sehingga banyak yang memilih untuk menunggu bukti nyata dari para petani kayu Jabon. Selain itu,  adanya beberapa pihak yang memberikan informasi salah, sering membuat adanya persepsi negatif muncul. Mengingat, antara realita dan janji yang diberikan oleh oknum nakal tersebut tidak sesuai, membuat pihak yang kecewa menyebarkan isu negatif mengenai investasi tanaman Jabon.

Namun dengan adanya bukti yang diberikan oleh CV. JKS, kiranya bisa menjadi sebuah gambaran nyata mengenai peluang yang ada dalam bisnis tanaman Jabon. Terlebih bahwa apa yang dilakukan oleh CV. JKS ini menjadi bukti, bahwa untuk tanaman Jabon yang sehat, bisa menghasilkan sekitar 300 kubik setiap hektarnya. Dan ini jelas mematahkan beberapa asumsi dari beberapa penjual bibit nakal, yang mengatakan bahwa dalam 1 hektar mampu menghasilkan keuntungan miliaran rupiah dalam jangka waktu singkat.


Setiap orang memang mengharapkan keuntungan besar dalam berbisnis. Namun, jauh lebih bijak apabila harapan itu disertai dengan data dan fakta yang akurat. Bukan sekedar didasarkan pada harapan muluk yang diluar perhitungan sehat. Kiranya, bagi calon investor yang ingin berbisnis pohon Jabon, mulai mengedepankan akal sehat. Bahwa keuntungan yang teramat besar seperti yang disampaikan oleh beberapa pedagang bibit nakal, sangat tidak masuk di akal. Dan yang paling penting lagi, perlu diingat apakah para penjual bibit yang menawarkan janji keuntungan besar itu, siap menerima dan membeli kayu jabon di masa panen dengan harga yang di janjikan?

1 komentar:

Berikan KOMENTAR POSITIF !!! Ada yang bagus dengan artikel diatas? Atau anda punya opini sendiri? Atau mungkin ada pertanyaan yang mengganjal dalam pikiran anda? Berikanlah sebutir kata dan komentar.Karena ilmu itu harus digali dan di bagi kepada sesama. Oleh karena itu utarakan semua yang ada dibenak anda. Jangan hanya
diam dan terpaku.
BLOG INI DO FOLLOW