Minggu, 25 Maret 2012

Pertumbuhan Jabon Merah samama



Jabon merah alias samama , tumbuhan yang selama ini banyak dikembangkan di daerah Indonesia bagian timur ini selama ini kurang begitu dikenal , padahal tanaman ini memiliki kualitas kayu yang menyerupai tanaman meranti merah memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Nun jauh ditempat asalnya sana didaerah maluku dan sebagian sulawesi tanaman ini memiliki multi manfaat dari mulai urusan obat penyegar ( rebusan kulit daun ), kayu bakar (ranting atas ) , hingga kayu pertukangan dan untuk pembungkus makanan (daunnya ).

 Dalam suatu kunjungan kami di PT Sekawan Sumber Sejahtera , kami sempat menemukan tumpukan kayu Jabon merah alias samama berbentuk log gelondongan ini memiliki getah dan kupasan berwarna merah , menurut sang empunya kayu bapak Krishnadi Pryana, kayu ini disebut jabon merah sulawesi , kayu tersebut dibawa dengan kontainer .sedangkan jabon yang selama ini digunakan dari jawa dan kalimantan memiliki tekstur semu kuning dan putih. Kedua kayu ini juga memiliki kegunaan yang bagus sebagai kayu lapis maupun furniture.
samama umur 3,5 bulan

daunnya lebih lebar dan berbulu, ulat kurang begitu suka
Kalau soal kegunaan kami sudah yakin bahwa kayu jabon merah juga sangat bagus, kini kita kembali ke pertumbuhan dan daya tahan terhadap penyakit, harap maklum selam ini momok bagi pekebun jabon adalah hama ulat penggulung daun yang akan memakan daun jabon sampai terondol , meski tidak sampai mematikan  hama ini mengurangi kecepatan tumbuh dan sangat menghambat pertumbuhan.
  Kami akhirnya tertarik melakukan perbandingan pertumbuhan jabon merah dengan jabon putih, meski dilahan yang tidak terlampau luas, di lahan kami kami melihat memang pertumbuhan jabon merah sediikit lebih lambat, bila jabon putih sudah mencapai ketinggian 2 meter di usia 4 bulanan jabon merah kami baru mencapai ketinggian 170 cm. Dengan lingkar batang relatif imbang.
Hal yang membuat kami tertarik adalah jabon merah kami amati kurang begitu di gandrungi ulat, baik ulat hijau besar atau ulat penggulung daun, memang ada ulat besar dan ulat penggulung, tapi kerusakan yang ditimbulkan relatif lebih kecil.
terlihat daunnya lebih lebar


    Pengamatan kami sementara itu yang kami dapatkan bahwa kelebihan jabon merah dibanding jabon putih adalah kekuatan daya tahan terhadap hama dan kualitas kayu yang relatif lebih bagus, dan kelemahannya adalah pertumbuhan sedikit lebih lambat dan kurang adaptif di ketinggian diatas 1000 meter DPL.
Demikian sedikit sharing dari kami berdasar pengamatan di lapangan, kalau ada update terbaru akan selalau kami sampaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan KOMENTAR POSITIF !!! Ada yang bagus dengan artikel diatas? Atau anda punya opini sendiri? Atau mungkin ada pertanyaan yang mengganjal dalam pikiran anda? Berikanlah sebutir kata dan komentar.Karena ilmu itu harus digali dan di bagi kepada sesama. Oleh karena itu utarakan semua yang ada dibenak anda. Jangan hanya
diam dan terpaku.
BLOG INI DO FOLLOW