Sabtu, 14 Mei 2011

Menanam Jabon : resiko apa beresiko?

Seorang petani di Kendal sedang mengamati pohon jabon berumur 3 tahun yang tumbuh tinggi menjulang  setinggi harapan mereka,bagi mereka pohon tersebut merupakan aset yang  memberi manfaat bagi masa depan keluarga mereka.


bibit jabon :
Salah satu penghambat niat seseorang untuk memulai bisnis dan menanam Jabon salah satunya adalah faktor resiko. Faktor ini merupakan faktor dominan yang kerap menghambat, selain faktor lain yang menjadi alasan klasik, seperti keterbatasan modal, kurangnya pengetahuan serta ilmu tentang bisnis dan menanam Jabon itu sendiri. Adanya resiko inilah yang kemudian memicu munculnya rasa takut untuk mulai melangkah masuk ke dunia bisnis penanaman Jabon.
Dengan kondisi ini, tidak ada salahnya sebelum mulai berbisnis, kita mengenal lebih dalam tentang makna resiko. Pada dasarnya, antara RESIKO dan BERESIKO, memiliki makna yang berbeda. Resiko sendiri terdiri dari dua unsur. Yang pertama resiko dimaknai sebagai besar kecilnya kemungkinan terjadinya sesuatu. Unsur kedua adalah besar kecil akibat, yang bisa bermakna positif atau negatif.
Sementara Beresiko dimaknai sebagai sebuah kondisi yang muncul setelah kita menimbang resiko yang akan dihadapi saat kita akan mengerjakan sesuatu. Arti secara harfiah adalah seberapa besar kemungkinan yang muncul dari sebuah aktivitas dari sisi positif maupun negatif. Sehingga apabila dalam sebuah perencanaan bisnis, resiko yang muncul tidak bisa kita terima hal tersebut berarti sebuah bisnis dikategorikan beresiko.
Dalam sebuah contoh nyata perhitungan bisnis adalah bila sebuah bisnis dikatakan memiliki perhitungan resiko 9:1. Hal ini diartikan dari 10 kali usaha bisnis, maka ada kemungkinan 9 kali mengalami kegagalan dan 1 kali saja yang berhasil. Secara awam, mungkin kita akan mengatakan bisnis tersebut beresiko sehingga tidak perlu dipilih.
Namun, dari sudut pandang lain ada sebuah pertimbangan tersendiri. Yaitu apabila peluang keberhasilan yang hanya 1 kali tersebut, nilai keuntungannya lebih besar daripada nilai kerugian yang diakibatkan 9 kali kegagalan. Jika perhitungan ini yang dikedepankan, maka bisa dikatakan bisnis tersebut tidak beresiko, bahkan mampu bernilai positif. Yang perlu dikedepankan dalam kondisi ini adalah cara kita mengelola sebuah bisnis, sehingga peluang yang hanya 1 kali tersebut bisa kita optimalkan dan bukan sekedar dimaksimalkan.
Demikian pula dalam bisnis menanam pohon jabon. Ada konsep resiko dan beresiko sebagaimana jika kita memilih jenis bisnis lainnya. Hanya saja, jika kita bisa mengelola resiko yang ada maka kita bisa menjadikan bisnis menanam jabon ini beresiko minimalis.
Contoh kasus di sini adalah jika kita menanam Jabon dengan sistem sewa lahan. Di mana kebutuhan modal sebesar 1 miliar rupiah, keseluruhannya didapatkan dengan menjual semua aset anda ditambah  dengan cara meminjam kepada rentenir kemudian anda bekerjasama dengan orang orang asing yang tidak memiliki kapabilitas . Cara ini menimbulkan resiko jika dalam jangka waktu lima tahun kita tidak bisa mengembalikan pinjaman berikut bunga. Di antaranya adalah adanya penyitaan harta benda, hingga adanya ancaman keselamatan jiwa. Maka bisnis menanam Jabon dengan cara seperti ini bisa dikatakan sangat beresiko bagi anda ,tapi hal ini tidak akan menjadikan resiko bagi BILL GATES yang memiliki aset  50 miliar Dollar.
Lain halnya, jika kita menanam Jabon dengan menggunakan dana idle atau uang yang menganggur. Bisa jadi pilihan bisnis menanam Jabon tidak beresiko. Sebab, perbandingan keuntungan dan resikonya sangatlah jauh. Mengingat dari 1000 bibit yang kita tanam, sangatlah mustahil bila keseluruhannya akan mati kecuali muncul bencana alam di luar perhitungan manusia seperti tsunami atau gunung meletus. Sehingga, dengan cara seperti ini, perhitungan titik impas atau Return Of Investment bisa diperhitungkan dan memperkirakan waktu balik modal.  
Dalam sebuah perhitungan bisnis, semakin besar resiko maka hasil yang didapatkan akan semakin besar. Sebaliknya, semakin kecil resiko yang muncul dalam sebuah bisnis, maka hasil yang akan didapatkan pun semakin kecil. Dan dalam sebuah bisnis, yang paling utama bukan memperhatikan seberapa besar nilai resiko yang akan muncul. Melainkan bagaimana cara kita mengelola sebuah resiko sehingga menjadi kesempatan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar.
Dari resiko yang muncul kita bisa memperhitungkan dengan siapa kemitraan sebuah bisnis akan dijalin, siapa pihak yang diperkirakan bisa membantu kita serta cara apa yang paling efektif dalam mengelola bisnis tersebut. Jika hal ini bisa ditemukan, maka resiko dalam sebuah bisnis niscaya akan selaras dengan misi kekayaan yang kita inginkan.
Sebagaimana pesan dari guru dan mentor saya, Tung Desem Waringin. Bahwa tidak ada salahnya untuk sering melakukan buka tutup perusahaan. Kondisi ini dilakukan jika sebuah bisnis dianggap tidak menguntungkan, maka langsung tutup saja. Dan jika sebuah bisnis jabon akan berhasil maka segera buka bisnis tersebut, karena nilai resiko yang muncul masih dalam batas penerimaan dan kemampuan kita untuk mengatasinya. Dan yang paling utama adalah, nilai positif yang bisa didapat dari resiko tersebut lebih besar.
ANDA SUDAH MENIMBANG SEMUANYA SEBELUM BERTINDAK?? ,KALAU RAGU SILAHKAN MUNDUR,TAPI KALAU INGIN MENGHIJAUKAN ALAM, DAN KALAU ANDA INGIN BERPELUANG BESAR MENDAPAT UNTUNG,JANGAN TAKUT MENANAM POHON. BERTINDAK SEKARANG JANGAN HANYA DIAM DAN TERPAKU.
menanam kayu jabon bagi seorang  petani berarti menyemai harapan.
bibit jabon sosisan
bibit jabon taburan,bisa dikirim via bandar udara,tahan 7 hari pengiriman




2 komentar:

  1. rudy kalimantan22 Mei 2011 19.00

    maaf pak ardha,kemaren saya ngerjain anda,kami merasa bersalah,karena kami tidak serius,sebetulnya kami miskin dan tidak punya uang.terimakasih pak ardha malah menyumbang biji jabon 5 ons ke kami
    sekali lagi terimakasih dan mohon maaf,
    hormat kami : rudy

    BalasHapus
  2. kalau ditanam didaerah lereng pegunugan apakah baik ya pak,...?? bapakku punya lahan kosong mungkin kalau ditanami 100 bibitan kayu jabon mungkin cukup pak,.... Tenun Ikat Troso,...

    BalasHapus

Berikan KOMENTAR POSITIF !!! Ada yang bagus dengan artikel diatas? Atau anda punya opini sendiri? Atau mungkin ada pertanyaan yang mengganjal dalam pikiran anda? Berikanlah sebutir kata dan komentar.Karena ilmu itu harus digali dan di bagi kepada sesama. Oleh karena itu utarakan semua yang ada dibenak anda. Jangan hanya
diam dan terpaku.
BLOG INI DO FOLLOW